Tuesday, March 11, 2014

Bisa untuk Belajar Kebaikan: Belajar Bersama dengan Sampah

Bagaimana mengajarkan kebaikan?  Tentu dengan teladan terbaik.  Ketika kita ingin memberikan pendidikan terbaik untuk putra-putri kita, apakah yang menjadi pertimbangan?  Apakah kurikulum terbaik, fasilitas terbaik, guru-guru terbaik ataukah nama besar suatu lembaga pendidikan?  Ke mana kita menitipkan putra-putri kita?  Sesungguhnya di mana pun putra-putri kita belajar, bagian terbesar pendidikan mereka tetaplah menjadi tanggung jawab kita sebagai orangtua.  Orangtualah yang harus menjadikan diri sebagai teladan yang baik untuk anak-anak.  Tak bisa kita pilihkan sekolah terbaik, lalu tinggal pergi begitu saja.  (Mungkin ada yang bisa, Wallahu a'lam).

Lalu bagaimana menanam kebaikan dengan sampah?  Sadar atau tidak sadar perilaku terbentuk dari kebiasaan.  Ternyata banyak kebiasaan yang bisa kita latih dengan memanfaatkan sampah.  Kalau kita ingin putra-putri kita belajar bertanggung jawab, sampah bisa menjadi alat bantu yang bagus.  Kalau kita ingin putra-putri kita belajar kreatif, sampah pun bisa dimanfaatkan.  Kalau kita ingin putra-putri kita belajar amal salih, sampah juga bisa kita gunakan.  Rasanya banyak sekali yang bisa kita eksplorasi dari sampah.  Tentunya bersama-sama dengan kita yang juga belajar menjadikan diri sebagai teladan, tidak hanya sekedar bicara atau memberi perintah.  Saya sendiri coba meniatkan belajar bersama keluarga memanfaatkan sampah.

Banyak kesempatan untuk belajar bersama.  Salah satunya dalam perjalanan seperti ini: 


Kereta kelas ekonomi biasanya jadi cermin kita dalam hal sampah.  Sungguh pas buat belajar bersama tentang sampah!  Alhamdulillaah!

No comments:

Post a Comment